Promo

 

 

 

 

Hama & Gulma Utama pada Tanaman Kelapa Sawit
 
 
                 
Babadotan, Wedusan                   Goletrak                 
(Ageratum conyzoides)                      (Borreria alata)    
 
          
Harendong bulu                        Teki, Jekeng
(Clidemia hirta)                          (Cyperus iria)
 
  

HAMA UTAMA :

                         

Belalang                                    Kumbang tanduk                       Ulat api
(Valanga nigricornis)                   (Oryctes rhinoceros)                (Darna trima)
                              
                       

Tungau                                           Ulat api                              Ulat api
(Oligonychus pratensis)                    (Parasa lepida)                   (Thosea asigna)
 

PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT)

 Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang tertuang dalam UU No. 12 Tahun 1991 tentang budidaya tanaman dan PP No. 5 tahun 1996 tentang perlindungan tanaman adalah usaha untuk mengoptimalkan hasil pengendalian hama secara ekonomik dan ekologik, yang dapat dicapai dengan menggunakan berbagai taktik secara kompatibel agar tetap mempertahankan kerusakan akibat hama di bawah aras kerusakan ekonomi, dan melindungi terhadap ancaman atau bahaya bagi manusia, binatang dan lingkungan.

            Pengendalian hama terpadu adalah kombinasi beberapa metode, strategi teknik pengendalian yaitu : dengan kultur teknis, varietas resisten, pengendalian biologi, pengendalian fisik dan pestisida sebagai alternatif terakhir. Pestisida digunakan jika populasi dari hama dan penyakit di lapangan sudah melewati ambang kerusakan ekonomi yang pada akhirnya tanaman tidak dapat berproduksi dengan baik.

            Konsep Pengendalian Hama Terpadu yang terakhir adalah pendekatan ekologi merupakan pendekatan ekologi merupakan pengendalian yang dilakukan dengan menggunakan pertimbangan untung dan ruginya.

Komponen dasar sistem PHT :

  • Ambang batas hama yang ditolerir (Acceptable pest levels) : Populasi hama pada posisi yang aman sehingga tidak terjadi ledakan ham di lapangan.
  • Teknik pencegahan dengan kultur teknis (Preventive cultural practices) : Melalui pemilihan varietas yang tahan untuk ditanam.
  • Monitoring : Pengamatan yang teratur merupakan hal penting dari PHT. Pengamatan visual, perangkap serangga, dan yang lainnya digunakan untuk memonitor populasi hama.
  • Pengendalian Mekanik (Mechanical controls) : Pengendalian mekanik biasanya disarankan pertama kali untuk mengendalikan hama. Termasuk dengan handpicking, penggunaan perangkap dan lainnya.
  • Pengendalian biologi (Biological controls) : Pengendalian biologi secara alami tersedia di alam dan biayanya lebih murah. Contohnya : Trichoderma koningii untuk pengendalian Ganoderma boninense.
  • Pengendalian Kimiawi (Chemical controls) : Pengendalian dengan menggunakan bahan kimia.

 

PESTISIDA

 Pestisida merupakan bahan kimia atau non kimia racun yang digunakan untuk mengendalikan sekaligus membunuh organisme hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan yang menjadi usaha hidup manusia untuk kesejahteraannya. Jasad hidup yang mengganggu tanaman disebut juga OPT (organisme pengganggu tanaman).

      Pestisida sesuai dengan Keputusan MENTAN No. 434.1/Kpts/TP.270/7/2001 masih mengacu pada PP No. 7 Tahun 1973 tentang Pengawasan Atas Peredaran, Penyimpanan, dan Penggunaan Pestisida. Pestisida merupakan semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk :

·        Mengendalikan hama dan penyakit yang merusak bagian-bagian atau hasil-hasil tanaman pertanian.

·        Mengendalikan gulma

·        Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian.

·        Mengendalikan atau mencegah hama-hama luar pada hewan-hewan piaraan dan ternak.

·        Memberantas atau mencegah hama-hama air

·        Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan, dan dalam alat-alat pengangkutan.

·        Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah atau air.

 
 
 

Produk

Herbisida

Selanjutnya


Fungisida

Selanjutnya

Fungisida


Insektisida

Selanjutnya

Insektisida


Pupuk

Selanjutnya

Pupuk


 Rodentisida

 Selanjutnya